• Teologi yang Membebaskan dan Membebaskan Teologi

Di Indonesia pemikiran dan gerakan teologi pembebasan merembes dalam pemikiran sejumlah teolog, dalam diskusi dan aksi. Salah seorang teolog yang gigih dalam menyebarluaskan pemikiran teologi pembebasan adalah J.B. Banawiratma. Seperti Pieris, Banawiratma menempatkan teologi pembebasan dalam konteks masyarakat yang multireligius. Kemiskinan merupakan soal bersama dari masyarakat yang multireligius karena itu kemiskinan dan keragaman agama adalah dua hal yang tak terpisahkan. Bagi Banawiratma, keragaman agama di Indonesia tidak berhenti pada agama-agama yang berasal dari luar, namun juga agama-agama yang lahir dan berkembang di Indonesia sendiri.... Di segi yang lain, Banawiratma juga gigih dalam memperjuangkan suara perempuan. Keterlibatannya dalam gerakan feminis dan tulisan-tulisannya yang kritis terhadap pemosisian perempuan yang tidak adil membuktikan sekali lagi bahwa persoalan ketidakadilan tidak hanya berwujud kemiskinan ekonomi saja. Di segi ini pula, Banawiratma tidak segan-segan menyingkapkan bahwa agama juga bisa menjadi pelaku ketidakadilan terhadap perempuan.


Tidak berlebihan jika buku persembahan HUT ke-70 Banawiratma ini mengambil tema besar tentang teologi pembebasan dalam arti teologi yang membebaskan sekaligus dibebaskan. Buku ini menjadi simbol dari semangat Banawiratma untuk terus-menerus mengolah teologi dan tidak membiarkannya berhenti, baik berhenti hanya pada aras kognisi saja tanpa aksi maupun berhenti dalam arti hanya mengulang-ulangi saja yang sudah-sudah. Tulisan-tulisan yang terdapat dalam buku ini menganalisa berbagai aspek, seperti: pendidikan, keberpihakan kepada kaum miskin, lingkungan hidup, dan relasi agama-agama dan agama-budaya sebagai bagian dari refleksi pembebasan.      


Buku
ISBN 978-602-6414-05-2
Penulis Wahju S. Wibowo & Robert Setio
Penerbit Taman Pustaka Kristen

Tulis ulasan

Silakan login atau mendaftar untuk memberikan ulasan

Teologi yang Membebaskan dan Membebaskan Teologi

  • Rp69.000,-